Pada kesempatan ini, penulis akan menyajikan sebuah resensi dari sebuah jurnal penelitian yang memuat pembahasan mengenai kondisi mental emosional pada remaja sebagai berikut:

Identitas Jurnal
Judul : Kondisi Mental Emosional pada Remaja
Penulis : Eka Malfasari*,Sarimah, Rizka Febtrina, Rina Herniyanti
Jurnal : Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 8 No 3, Agustus 2020, Hal 241 - 246
Universitas : STIKes Payung Negeri Pekanbaru
Ringkasan
Jurnal berjudul Kondisi Mental Emosional pada Remaja ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi mental emosional pada remaja di SMPN 18 Pekanbaru. Keberadaan jurnal ini dilatarbelakangi oleh berbagai hasil riset, salah satunya yang telah dilakukan oleh Mubasyiroh et al. 2017), tentang determinan gejala mental emosional pelajar SMP-SMA di Indonesia. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa 60,17% pelajar SMP-SMA dengan usia terbanyak 13-15 tahun mengalami gejala masalah mental emosional. Dengan gejala yang dialami yaitu sebesar 44,45% merasa kesepian, 40,75% merasa cemas, dan 7,33% pernah ingin bunuh diri.
Metode dan Hasil
Metode yang digunakan di dalam jurnal ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner Strenght And Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur kondisi mental emosional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 216 orang siswa di SMPN 18 Pekanbaru dengan teknik sampel stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja mengalami kondisi mental emosional kategori abnormal sebanyak 78 orang (36,1%), sebanyak 76 orang (35,2%) remaja dengan kondisi mental emosional kategori normal, dan sebanyak 62 orang (28,7%) remaja mengalami kondisi mental emosional kategori borderline, artinya sepertiga remaja di SMPN 18 Pekanbaru mengalami masalah mental emosional kategori abnormal, hal ini sangat membahayakan kesehatan jiwa remaja tersebut dan dapat berdampak pada perkembangan remaja dan kehidupan sehari-harinya. Gangguan perkembangan kognitif, kesulitan belajar karena mereka tidak mampu berkonsentrasi dalam belajar, bertingkah tidak sesuai di dalam lingkungan sekolah, sehingga dapat meningkatkan angka kenakalan dan kriminalitas pada saat dewasa kelak.
Resensi
Kesimpulan yang dapat penulis ambil dari jurnal ini adalah masalah kesehatan mental pada usia remaja sejak tahun 2017 (rujukan penelitian ini) sampai dengan tahun jurnal ini dipublikasi (2020) masih menunjukkan angka persentase yang tinggi yakni di atas 30% atau sepertiga dari populasi sampel adalah remaja yang memiliki kondisi emosional abnormal. Tentunya kondisi tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja. Oleh sebab itu kehadiran semua pihak untuk ikut andil menjadi problem solver dalam masalah kesehatan mental remaja sangatlah diperlukan untuk kebaikan mereka dan generasi setelahnya di masa depan kelak. Menurut penulis, jurnal berjudul Kondisi Mental Emosional pada Remaja ini memiliki kelebihan di antaranya yakni penyajiaanya yang simpel namun kaya referensi sehingga kevalidan data yang digunakan lebih terjaga. Kekurangan jurnal ini adalah tidak disajikannya nilai uji validitas dari instrumen yang digunakan. Selain itu, pada bagian kesimpulan penulis belum menemukan tulisan memuat nama sekolah objek penelitian sebagai ciri bahwa penelitian ini merupakan penelitian deskriptif tanpa bermaksud mengeneralkan hasilnya.

Penulis: Ido Aryanto

[1]Jurnal : Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 8 No 3, Agustus 2020, Hal 241 - 246