Minat selfi dan gangguuan kepribadian narsistik merupakan dua di antara sekian banyak objek kajian terkait kepribadian. Terdapat berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meneliti hubungan keduanya, di antaranya tersaji di dalam penelitian berikut:

Identitas Jurnal
Judul : Hubungan Minat Selfie Terhadap Kecenderungan Gangguan Kepribadian Narsistik Pada Siswa – siswi di SMPN 7 Kelas VIII Banjarmasin[1]
Penulis : Rumaisa, Rita Arianti dan Hafiz Anshori
Universitas : IAIN Antasari Banjarmasin
Jurnal :
Ringkasan
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat minat selfie, tingkat gangguan kepribadian narsistik, serta bagaimana hubungan minat selfie dengan gangguan kepribadian narsistik pada siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian adalah 94 orang siswa di SMPN 7 Banjarmasin. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 13 orang memiliki minat selfie berkategori tinggi, 65 orang sedang, dan 16 orang rendah. Tingkat gangguan kepribadian narsistik berkategori tinggi adalah 19 orang, 53 orang sedang dan 23 orang rendah. Setelah dianalisis menggunakan uji korelasi, didapatkan sebuah kesimpulan yakni hubungan tingkat minat selfi tidak signifikan dengan gangguan kepribadian narsistik pada siswa.
Tanggapan
Penelitian ini mampu menunjukkan bahwa tingkat minat selfie dan dan tingkat gangguan kepribadian narsistik pada siswa adalah beragam. Kelebihan penelitian ini yakni mampu menghadirkan data sesuai tujuan penelitian di awal secara apa adanya. Kekurangan dari penelitian ini adalah belum mampu menunjukkan faktor apa yang menyebabkan hubungan kedua variabel menjadi tidak signifikan, padahal di dalam referensi yang digunakan terdapat penjelasan bahwa tingkat seflie merupakan salah satu wujud dari gangguan narsistik,

Penulis: Ido Aryanto

[1] Rumaisa, dkk. 2015. Hubungan Minat Selfie Terhadap Kecenderungan Gangguan Kepribadian Narsistik Pada Siswa – siswi di SMPN 7 Kelas VIII Banjarmasin. Banjarmasin : IAIN Antasari