Assalamualaikum wr. wb.
Salam dan Bahagia. Sebagai Calon Guru Penggerak Angkatan 11 Provinsi Jawa Barat, saya menyajikan sintesis pemikiran melalui Koneksi Antarmateri Modul 3.1: Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. Materi ini mengeksplorasi bagaimana seorang pemimpin sekolah menghadapi dilema etika melalui prinsip-prinsip yang terukur:
1. Filosofi KHD dan Pengambilan Keputusan:
Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa guru adalah pamong yang menuntun kodrat murid. Dalam proses menuntun, seorang pemimpin sering dihadapkan pada situasi dilema etika. Keputusan yang diambil haruslah berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan universal, bertanggung jawab, dan yang paling utama adalah berpihak pada murid. Pandangan KHD menjadi kompas moral agar keputusan kita tidak hanya logis, tetapi juga humanis.
2. Nilai dan Peran Guru Penggerak dalam Keputusan:
Nilai **Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif,** dan **Berpihak pada Murid** adalah fondasi dalam pengambilan keputusan. Sebagai pemimpin pembelajaran, kita harus memiliki kesadaran penuh (Mindfulness) agar tidak terjebak dalam bujukan moral. Keputusan yang bijak lahir dari hasil kolaborasi dan refleksi mendalam, bukan sekadar mengikuti intuisi tanpa landasan hukum dan etika yang jelas.
3. Paradigma, Prinsip, dan 9 Langkah Pengujian:
Dalam modul ini, saya belajar menggunakan 4 Paradigma dilema etika (Individu vs masyarakat, Rasa keadilan vs rasa kasihan, Kebenaran vs kesetiaan, serta Jangka pendek vs jangka panjang). Keputusan tersebut diuji melalui 3 Prinsip (Berpikir berbasis hasil akhir, berbasis peraturan, atau berbasis rasa peduli) dan divalidasi melalui 9 Langkah Pengambilan dan Pengujian Keputusan untuk memastikan efektivitas dan integritasnya.
4. Kaitan dengan Coaching:
Keterampilan coaching sangat membantu dalam mengeksplorasi pilihan-pilihan keputusan. Melalui alur TIRTA, seorang pemimpin dapat membantu rekan sejawat atau dirinya sendiri untuk melihat perspektif lain dalam situasi dilema, sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih matang dan mampu meminimalisir risiko bagi semua pihak dalam ekosistem sekolah.
== Tergerak, Bergerak, Menggerakkan ==
Ido Aryanto