Hari ini penulis akan menyajikan resensi dari sebuah hasil penelitian yang memuat pembahasan mengenai gaya kepempimpinan kharismatik Kyai dalam pengembangan pondok pesantren
- Identitas Jurnal
- Ringkasan
- Metode dan Hasil
- Resensi
Judul : Gaya Kepemimpinan Kharismatik Kyai dalam Pengembangan Pondok Pesantren[1]
Penulis : Thia Oktapiani, Yaya Suryana, Heri Khoiruddin
Universitas : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Jurnal : Jurnal Islamic Education Manajemen 6 (2) (2021) 199-210
Jurnal ini dilatarbelakangi dari adanya beberapa penelitian yang telah membahas tentang tipe kepempimpinan, di antaranya adalah tipe pemimpin yang berkharisma. Kharisma berasal dari bahasa Yunani, berarti “karunia yang diinspirasi ilahi”. Bentuk pengaruh yang dimiliki pemimpin bukan karena tradisi/kewenangan melainkan pemimpin memperoleh karunia Tuhan, berupa kemampuan luar biasa. Kharisma muncul bila terjadi krisis sosial, dimana pemimpin muncul dengan visi radikal yang dapat memberi solusi memuaskan. Kepemimpinan kharismatik lebih dari sekedar keyakinan terhadap kepercayaan, tetapi memiliki kemampuan supranatural. Bawahan sebagai bagian kepemimpinan kharismatik tidak hanya percaya dan hormat kepada pemimpin, tetapi menjadikan idola dan pujaan sebagai figur spiritual (Zunaih, 2017). Kepemimpinan kyai di beberapa pondok pesantren mengalami perubahan, dari beberapa kasus, perkembangan dimulai dari perubahan gaya kepemimpinan, dari kharismatik ke rasionalistik, dari otoriter-paternalistik ke diplomatikpartisipatif atau dari laissez faire ke demokratif. .
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, menurut Moleong (2011) penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin kharismatik memiliki ciri-ciri yang sangat menonjol yaitu memiliki visi yang jelas, dalam kepemimpinannya KH. Adang Badruddin mempunyai visi yaitu Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Purwakarta sebagai lembaga pendidikan yang beraqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang mampu membentuk pribadi santri menjadi insan kamil dan syamil, dan mampu mencetak intelektual muslim yang kompeten dengan bekal IMTAK dan IPTEK. Visi tersebut dituangkan dalam misi pesantren. KH. Adang Badruddin juga merupakan pemimpin yang tegas dan disiplin yaitu ketika santrinya melakukan kesalahan, beliau dengan tegas memberikan sanksi pada santrinya. Hasil yang dicapai KH. Adang Badruddin dalam kepemimpinannya yaitu jumlah santri yang selalu bertambah setiap tahunnya, ditahun ajaran 2018/2019 jumlah santri 5000 orang, sedangkan pada tahun sebelumnya berjumlah 4000 orang. Beliau telah berhasil mengembangkan lembaganya baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal dengan baik. Terdapat tiga faktor pendukung, yaitu santri, alumni dan orang tua santri. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu dari luar lingkungan pondok pesantren, pengurus pondok pesantren yang menempuh pendidikan formalnya diluar pondok yang berbenturan kegiatannya, sehingga menghambat mereka dalam melaksanakan tugasnya dan tidak maksimal.
Kesimpulan yang dapat penulis ambil dari penelitian ini adalah figur seorang Kyai merupakan salah satu contoh nyata betapa besarnya pengaruh gaya kharismatik di dalam diri seorang pemimpin terhadap perkembangan masyarakatnya. Kelebihan penelitian ini adalah mampu menggambarkan bahwa dengan memiliki gaya kharismatik, masyarakat yang dipimpin mampu ikut andil menjalankan berbagai program positif yang diberikan dengan ikhlas atas dasar kesadaran sendiri.
Penulis: Ido Aryanto
[1]Jurnal : Jurnal Islamic Education Manajemen 6 (2) (2021) 199-210
