Assalamualaikum wr wb,
Sebagai Calon Guru Penggerak Angkatan 11 Provinsi Jawa Barat, saya menyajikan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan pertama untuk Modul 1.1: Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hadjar Dewantara. Refleksi ini disusun menggunakan model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway sebagai berikut:
Fact (Fakta)
Kegiatan diawali dengan mempelajari Modul 1.1 melalui alur MERDEKA di LMS. Dimulai dari "Mulai dari Diri" dan "Eksplorasi Konsep" di mana saya mendalami pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) tentang pendidikan yang menuntun. Saya berdiskusi dengan sesama rekan CGP dalam Ruang Kolaborasi dan mendapatkan penguatan melalui Elaborasi Pemahaman bersama Instruktur. Selama dua minggu, saya merefleksikan kembali peran saya sebagai pendidik dalam memandang kodrat alam dan kodrat zaman murid, serta bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai luhur budaya lokal dalam pembelajaran.
Feeling (Perasaan)
Perasaan saya saat mengikuti rangkaian kegiatan ini adalah senang sekaligus tertantang. Senang karena mendapatkan paradigma baru tentang pendidikan yang memerdekakan, namun sempat merasa khawatir dalam membagi waktu antara tugas sekolah dan LMS. Namun, dukungan dari Fasilitator, Pengajar Praktik, serta kolaborasi antar rekan CGP membuat saya semakin optimis. Saya merasa bersyukur karena diingatkan kembali bahwa esensi guru adalah "menghamba pada murid", yaitu menempatkan kepentingan tumbuh kembang murid di atas segalanya.
Finding (Pembelajaran)
Melalui modul ini, saya menemukan bahwa anak bukanlah kertas kosong (Tabula Rasa), melainkan kertas yang sudah berisi garis-garis samar. Tugas pendidik adalah "Menuntun" untuk mempertebal garis samar tersebut agar menjadi laku yang baik. Saya belajar bahwa pendidikan harus berhamba pada anak dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zamannya. Selain itu, budi pekerti merupakan perpaduan antara Cipta, Rasa, dan Karsa yang harus tumbuh secara seimbang agar tercipta keselarasan hidup.
Future (Penerapan)
Setelah mempelajari modul 1.1, saya berkomitmen untuk mengubah praktik pembelajaran di kelas. Saya tidak lagi menuntut keseragaman hasil, melainkan menuntun keberagaman potensi murid. Saya akan merancang pembelajaran yang lebih berpusat pada murid, menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, serta tidak lagi fokus pada nilai angka semata, melainkan pada proses penebalan karakter dan budi pekerti. Saya akan menjadi "pamong" yang memberikan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.
Ido Aryanto