Perawat bagian IGD dan ICU memiliki peran yang dituntut harus siap dan bergerak cepat dalam keadaan serba darurat. Peran yang mereka mainkan sering kali menjadikan mereka objek yang mudah berpeluang mengalami kelelahan emosional. Kehadiran seorang pemimpin otoriter juga memberikan pengaruh terhadap adanya peluang tersebut. Lantas, adakah pengaruh kepemimpinan rendah hati terhadap terhadap kelelahan emosional perawat? Mari kita ulas penelitian berikut:

Identitas Jurnal
Judul : Pengaruh Kepemimpinan Rendah Hati Terhadap Kelelahan Emosional Perawat Instalasi Gawat Darurat dan Intensive Care Unit [1]
Penulis : Rhea Amelia Cahyaningrum
Universitas : Universitas Negeri Yogyakarta
Jurnal : Acta Psychologia, Vol 4, No 2, 2022
Ringkasan
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh kepemimpinan rendah hati terhadap kelelahan emosional perawat instalasi gawat darurat dan intensive care unit. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel yang diteliti adalah 42 orang, yakni 18 orang perawat bagian IGD dan 24 orang perawta bagian ICU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan rendah hati memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kelelahan emosional perawat IGD dan ICU
Tanggapan
Penelitian ini mampu menunjukkan bahwa semakin rendah hati seorang pemimpin, maka semakin kecil tingkat kelelahan emosional perawat yang dipimpin olehnya. Begitu pula sebaliknya, semakin otoriter seorang pemimpin, maka semakin tinggi tingkat kelelahan emosional perawat yang dipimpin olehnya. Kelebihan penelitian ini yakni mampu menghadirkan data dengan sederhana, sehingga mudah dipahami sesuai tujuan penelitian di awal. Kekurangan dari penelitian ini adalah hanya mampu membuktian bahwa pengaruh kepemimpinan rendah hati menyumbang 13,9% terhadap tingkat kelelahan emosional perawat, artinya terdapat 86,1% variabel lain yang belum terungkap.

Penulis: Ido Aryanto

[1] Acta Psychologia, Vol 4, No 2, 2022