Assalamualaikum wr. wb.
Salam dan Bahagia. Sebagai Calon Guru Penggerak Angkatan 11 Provinsi Jawa Barat, saya menyajikan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan keenam untuk Modul 2.2: Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE). Refleksi ini disusun menggunakan model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) sebagai berikut:

1. Fact (Peristiwa)
Pembelajaran Modul 2.2 ini berfokus pada pentingnya aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Melalui alur MERDEKA, saya merefleksikan pengalaman pribadi dalam menghadapi krisis serta cara bangkit dari tekanan tersebut. Saya mempelajari lima Kompetensi Sosial Emosional (KSE), yaitu: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Kegiatan ini juga diperdalam melalui ruang kolaborasi di mana kami mendiskusikan implementasi PSE baik dalam pengajaran eksplisit, integrasi dalam kurikulum, maupun penguatan iklim budaya sekolah.

2. Feeling (Perasaan)
Saya merasa sangat bersyukur mendapatkan ilmu ini karena sangat relevan dengan peran guru sebagai teladan. Muncul kesadaran baru bahwa selama ini saya terkadang sulit mengontrol emosi negatif seperti rasa khawatir atau marah. Materi ini memacu semangat saya untuk belajar lebih sabar dan bijaksana. Forum diskusi bersama rekan CGP memberikan kekuatan emosional bahwa kita semua sedang bertumbuh untuk menjadi pribadi yang lebih stabil dan mampu memberikan dampak positif bagi orang lain.

3. Finding (Pembelajaran)
Pelajaran utama yang saya temukan adalah pentingnya melatih kesadaran penuh (Mindfulness) sebelum bertindak. Saya menyadari bahwa mengenali dan mengelola emosi diri adalah pondasi utama agar keputusan yang diambil tidak berdampak buruk bagi orang lain. Lima kompetensi sosial emosional membantu kita menciptakan hubungan yang positif dengan rekan kerja, murid, dan masyarakat. PSE bukan sekadar materi tambahan, melainkan jantung dari pendidikan untuk menciptakan kesejahteraan psikologis (Well-being) bagi seluruh warga sekolah.

4. Future (Penerapan)
Rencana penerapan saya ke depan adalah secara rutin menggunakan teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) untuk membangun kesadaran penuh murid sebelum memulai pembelajaran. Saya akan mengintegrasikan KSE dalam perencanaan pembelajaran, misalnya melatih kesadaran sosial melalui diskusi kelompok dan memperkuat keterampilan berelasi melalui praktik umpan balik yang positif. Saya berkomitmen untuk menjadi teladan dalam penguasaan emosi sehingga lingkungan belajar di sekolah menjadi lebih harmonis, aman, dan menyenangkan.

== Terima Kasih ==