Assalamualaikum wr. wb.
Salam dan Bahagia. Sebagai Calon Guru Penggerak Angkatan 11 Provinsi Jawa Barat, saya menyajikan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan kesepuluh untuk Modul 3.3: Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid. Refleksi ini disusun menggunakan model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) sebagai berikut:

1. Fact (Peristiwa)
Modul 3.3 merupakan muara dari seluruh rangkaian pendidikan PGP, di mana saya mengeksplorasi cara membangun student agency (kepemimpinan murid). Melalui alur MERDEKA, saya menyelami bagaimana sekolah bertransformasi menjadi ekosistem yang menumbuhkan efikasi diri murid. Saya mempelajari kerangka strategi untuk mempromosikan Suara (Voice), Pilihan (Choice), dan Kepemilikan (Ownership) murid. Momen penting terjadi saat saya menyusun prakarsa perubahan menggunakan tahapan BAGJA, yang dirancang khusus untuk memastikan setiap program sekolah bukan sekadar seremonial, melainkan benar-benar berakar pada kebutuhan dan kepemimpinan murid itu sendiri.

2. Feeling (Perasaan)
Saya merasakan antusiasme kognitif sekaligus kepuasan batin yang mendalam selama mempelajari modul ini. Muncul dorongan motivasi intrinsik yang kuat ketika menyadari bahwa peran guru sesungguhnya adalah sebagai mitra (scaffolding) bagi murid. Ada rasa bangga sekaligus haru saat melihat bagaimana ruang kolaborasi dan sesi elaborasi pemahaman bersama instruktur memberikan perspektif baru tentang pentingnya menghargai otonomi murid. Saya merasa lebih optimis untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keberdayaan dan kebermaknaan eksistensial bagi setiap anak.

3. Finding (Pembelajaran)
Insight terbesar yang saya peroleh adalah kaitan erat antara otonomi murid dengan determinasi diri. Saya belajar bahwa kepemimpinan murid akan tumbuh subur jika lingkungan sekolah mampu memberikan ruang bagi suara mereka dan menghargai setiap pilihan yang mereka ambil. Melalui pendekatan berbasis aset (strength-based approach), saya memahami bahwa keterlibatan komunitas sekolah dan orang tua bukan sekadar bantuan teknis, melainkan sistem pendukung (support system) yang krusial bagi kesehatan mental (well-being) dan aktualisasi diri murid sesuai Profil Pelajar Pancasila.

4. Future (Penerapan)
Ke depannya, saya berkomitmen untuk mengimplementasikan program-program yang lebih peka terhadap dimensi psikologis murid. Saya akan memprioritaskan integrasi aspek Suara, Pilihan, dan Kepemilikan dalam setiap kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler di SMAN 1 Ciranjang. Fokus utama saya adalah menciptakan iklim sekolah yang menjamin well-being, di mana murid merasa memiliki proses belajarnya sendiri. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat yang memiliki karakter kuat, mandiri, serta mencapai kebahagiaan yang hakiki.

== Terima Kasih ==

Ido Aryanto