Assalamualaikum wr. wb.
Salam dan Bahagia. Sebagai Calon Guru Penggerak Angkatan 11 Provinsi Jawa Barat, saya menyajikan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan kedelapan untuk Modul 3.1: Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. Refleksi ini disusun menggunakan model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) sebagai berikut:
1. Fact (Peristiwa)
Setelah menyelesaikan Paket Modul 2, saya melangkah ke Modul 3.1 yang diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal. Melalui alur MERDEKA, saya mengeksplorasi materi secara mandiri pada tahap "Mulai dari Diri" dengan menjawab pertanyaan pemantik mengenai dilema etika. Pada tahap "Eksplorasi Konsep", saya mendalami perbedaan mendasar antara Dilema Etika (Benar vs Benar) dan Bujukan Moral (Benar vs Salah), serta mempelajari elemen-elemen kunci dalam proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin pembelajaran.
2. Feeling (Perasaan)
Mempelajari modul ini memberikan pencerahan yang luar biasa bagi perkembangan kepemimpinan saya. Saya merasa tertantang sekaligus antusias untuk mengaplikasikan konsep 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan serta pengujian keputusan. Saya menyadari bahwa selama ini pengambilan keputusan seringkali didasarkan pada intuisi semata. Kini, saya merasa lebih percaya diri karena memiliki kerangka berpikir yang kuat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif, kondusif, aman, dan nyaman bagi semua pihak.
3. Finding (Pembelajaran)
Pembelajaran berharga yang saya temukan adalah pentingnya mengintegrasikan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) dalam setiap keputusan yang diambil. Saya belajar bahwa keputusan yang bijak harus berlandaskan pada tiga unsur utama: berpihak pada murid, berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi. Pemahaman mengenai 9 langkah pengujian, termasuk uji legal dan uji regulasi, menjadi alat validasi yang sangat penting agar keputusan yang dihasilkan benar-benar tepat dan efektif.
4. Future (Penerapan)
Ke depannya, saya berkomitmen untuk mempraktikkan tahapan pengambilan keputusan ini secara komprehensif. Jika menghadapi situasi dilema etika maupun bujukan moral di sekolah, saya akan melakukan analisis mendalam melalui 4 paradigma dan 3 prinsip pengambilan keputusan. Saya juga akan mensosialisasikan pemahaman ini kepada rekan sejawat agar proses pengambilan keputusan di sekolah dapat dilakukan secara lebih transparan, beretika, dan berorientasi pada kemajuan ekosistem pendidikan di SMAN 1 Ciranjang.
== Terima Kasih ==